Seperti putri duyung di dongeng itu, kelak aku akan menjadi buih dan
membawa mati semua rahasia hatiku. Sebut aku pesimis, tapi sudah terlalu
lama aku menunggu saat yang tepat untuk kebenaran itu. Dan selama itu,
aku melihat bagaimana benih-benih perasaanmu kepadanya pelan-pelan
tumbuh hingga menjadi bunga yang indah.
Aku kalah bahkan jauh sebelum mulai angkat senjata. Kau ada di
hidupku, tapi bukan untuk kumiliki. Kerjap mata indahmu hanya untuk dia
dan selamanya itu tak akan berubah. Meski begitu, kenapa aku tidak
berusaha berbalik dan mencari jalan keluar dari bayang-bayang dirimu?
Jika suatu hari kau menyadari perasaanku ini, kumohon jangan
menyalahkan dirimu. Mungkin memang sudah begini takdir rasaku. Cintaku
padamu tak akan pernah melambung ke langit ketujuh. Aku hanya akan
membiarkan buih-buih kesedihanku menyaru bersama deburan ombak laut itu.
Karena inilah pengorbanan terakhirku: membiarkanmu bahagia tanpa
diriku…. “
Inikah Salah Satu dari Impian Anda?
“Aku akan menjadi buih….
Label:
Kasih Sayang,
Kisah Penuh Arti
Percaya......{-_-}
“Semua orang punya cara tersendiri untuk melindungi orang yang
disayanginya. Aku merasa harus memagari hidupmu dari segala hal yang
mungkin bisa membuatmu terluka. Seperti berada di akuarium bening, semua
terlihat sempurna dan sederhana untukmu. Memang begitulah inginku; kau
berbahagia, merasa memiliki dunia dalam genggamanmu.
Tapi sekarang kau meminta aku jujur. Kau bilang, aku mengkhianati perasaanmu. Kau juga bilang, semua yang kulakukan selama ini menghancurkan hubungan kita. Dinding kaca itu pun hancur berkeping-keping, menyisakan beling yang melukai kaki kita. Tak ada lagi yang tersisa, kecuali bibirmu yang gemetar saat berusaha terlihat tegas di hadapanku.
Aku ingin menangis, tapi air mataku menolak keluar. Bagaimana caraku mengatakan yang sebenarnya? Bagaimana caraku untuk membuatmu percaya: justru karena menyayangimu teramat sangat, aku harus berbohong padamu?
Tapi sekarang kau meminta aku jujur. Kau bilang, aku mengkhianati perasaanmu. Kau juga bilang, semua yang kulakukan selama ini menghancurkan hubungan kita. Dinding kaca itu pun hancur berkeping-keping, menyisakan beling yang melukai kaki kita. Tak ada lagi yang tersisa, kecuali bibirmu yang gemetar saat berusaha terlihat tegas di hadapanku.
Aku ingin menangis, tapi air mataku menolak keluar. Bagaimana caraku mengatakan yang sebenarnya? Bagaimana caraku untuk membuatmu percaya: justru karena menyayangimu teramat sangat, aku harus berbohong padamu?
Label:
Kasih Sayang,
Kisah Penuh Arti
Langganan:
Postingan (Atom)

